Sidang Ustadz Abdul Somad. Hakim: Terdakwa Abdul Somad Tidak Bersalah!

Ustadz Abdul Somad – Ustadz Abdul Somad bagai lu’lu-u wal marjan untuk umat Muslim Indonesia saat ini. Beliau–semoga Allah senantiasa melindunginya- menjadi ulama yang dicintai banyak kalangan. Tidak sedikit yang kemudian tersalah dari kesilapan-kesilapan akibat mendengarkan ceramahnya yang, tidak hanya berisi, tetapi membuat para pendengarnya nyaman, aman, dan bahagia.

Seakan setiap persoalan bisa dijawabnya, tidak kurang dari puluhan kertas masalah dari jamaah bisa diselesaikan dengan dalil-dalil tertulis, logika yang masuk, dan tentu memuaskan.

Baru-baru ini beliau memposting sebuah kisah, yang barangkali bagi beliau saat itu menegangkan, namun bagi kita yang baru mengetahui kisahnya: lucu dan menghibur.

Barangkali kita semua akan berpikir, “Hahaha ustadz ini, panutanque sekali. Sudah berwibawa, bersahaja, lucu lagi. Alhamdulillah Indonesia punya Ulama seperti ini.”

Bagaimana kisah ust. Abdul Somad ketika dahulu disidang? Begini … dikutip dari IG @ustadzabdulsomad

Jaksa Penuntut: “Calon mahasiswa yang merokok dan menipu senior seperti ini tidak layak diterima di Institut Agama Islam Negeri Sultan Syarif Qosim, Pak Hakim”

Hakim meminta agar saksi-saksi dihadirkan.

Pengacara G.P. Ade Darmawi: “Saudara saksi, apakah benar saudara melihat terdakwa merokok?”. Saksi (Mahzum Sandiman): “Ya”

Pengacara: “Dari jarak dekat?”. Saksi: “Jauh”

Pengacara: “Dari mana Anda penuh keyakinan mengatakan bahwa itu adalah saudara terdakwa, bisa saja orang lain”

Saksi: (diam)

Pengacara: “Hakim yang mulia. Tampaknya saksi salah lihat orang dalam masalah ini”

Jaksa: “Terdakwa telah melakukan tindakan fatal, hakim yang mulia. Karena menipu dengan memalsukan pas foto”

Pengacara: “Hakim yang mulia, harap terdakwa memberikan penjelasan”

Hakim: “Benarkah Anda telah menipu?”

Terdakwa: “Hakim yang mulia. Ketika saya akan mendaftar. Tertulis di persyaratan: harap menyerahkan pas foto 3×4 sebanyak 8 lembar. Tidak ada disebutkan mesti pakai peci. Setelah dicetak, panitia minta pas foto pakai peci. Saya tidak ada duit untuk foto lagi pak Hakim. Maka saya lukis pas foto itu seolah-olah pakai peci. Panitia pun menerima. Panitia baru tahu bahwa peci pada pas foto itu lukisan karena tintanya luntur kena lem, Pak Hakim”

Pengacara: “Hakim yang mulia. Bila kita perhatikan kasus ini. Tidak murni kesalahan terdakwa. Tapi juga kekeliruan panitia. Harap Hakim yang mulia mempertimbangkan”

Hakim: “Sidang ditunda”

Tak lama hakim bersidang, selanjutnya pembacaan putusan.

Hakim: “Dengan ini dinyatakan bahwa terdakwa Abdul Somad tidak bersalah.

***

MAHMALUB (Mahkamah Mahasiswa Luar Biasa) Ospek IAIN Susqo Juli 1996

Bertemu dengan GP. Ade Darmawi, pengacara saya 21 tahun yang lalu membangkitkan satu episode perjalanan kehidupan. Semoga kelak kami bisa bersama Rasulullah SAW dalam Jannatulfirdaus.

Mari kita doakan terus ust. Abdul Somad dipaparin kesehatan, sebab kita semua rindu dengan ulama seperti beliau. Semoga kedatangannya membawa berkah untuk Indonesia.

Leave a Comment