Begini Tata Cara Rapid Test Virus Corona

Masih seputar virus Corona. Hingga saat ini, terhitung sudah 3 bulan ini kita harus ‘hidup dengan Corona’. Jujur, lelah juga harus beradaptasi dengan ‘normal baru’ ini. Tapi kita tidak boleh menurunkan kewaspadaan. Harus tetap jalanin standar tinggi supaya kita bisa melewati ini dengan selamat.

Seperti yang kita tau, virus Corona (Covid-19) ini bisa membunuh banyak banyak orang dengan cepat. Gejalanya ringan, seperti flu, demam, dan sesak nafas biasa. Karena gejala-gejala awalnya yang hanya seperti flu biasa ini, kita jadi sering mengabaikan. Justru ini yang bisa membuat fatal. Bagi diri kita sendiri, maupun untuk orang-orang yang ada di sekitar kita.

Karena itu, sangat disarankan, kalau kita mengalami gejala-gejala seperti di atas, kita harus segera memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan memeriksa dengan rapid test virus corona untuk mendeteksi kadar imun dalam tubuh kita yang berfungsi melawan virus tersebut.

Imun yang diperiksa menggunakan rapid test ini adalah Immunoglobulin G (IgG) dan Imunoglobulin M (IgM). Apabila antibodi atau imun tersebut tidak berfungsi atau rendah dokter biasanya menyarankan kita untuk karantina selama 14 hari.

Rapid test biasanya direkomendasikan untuk orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) atau pula orang yang mempunyai profesi yang berkontak langsung dengan orang banyak.

Cara Dokter Cek Virus Corona dengan Rapid Test

  • Membersihkan Area yang Akan Diambil Darahnya
    Seperti yang pernah kita tahu, ketika kita pergi berobat ke dokter kemudian disuntik. Dokter pasti tidak langsung menyuntik jarum suntik akan tetapi membersihkan dulu area tubuh kita yang akan disuntik.
    Nah, begitu pula dengan rapid test virus corona ini. Area pengambilan darah akan dibersihkan juga terlebih dahulu dengan cairan antiseptik yang sudah disiapkan dokter, guna untuk mencegah infeksi dan membunuh kuman yang menempel di area tubuh kita yang akan diambil darahnya.
  • Lengan Atas Diikat dengan Perban
    Setelah area pengambilan darah dibersihkan, dokter akan mengikat lengan atas kita dengan perban yang elastis supaya aliran darah bisa terkumpul dan pembuluh darah vena lebih cepat ditemukan.
  • Pengambilan Darah
    Nah, ketika dokter sudah menemukan pembuluh darah vena tersebut. Jarum suntik yang steril akan disuntikkan ke area pembuluh darah untuk mengambil darah kita.
    Setelah itu, di belakang jarum suntik akan dipasang tabung khusus. Ketika darah kita yang diambil sudah dirasa cukup, pengambilan darah akan diakhiri dengan melepas jarum suntik dan area yang disuntik tadi segera ditutup dengan perban.
    Selain cara ini, pengambilan darah juga bisa dilakukan seperti tes golongan darah, yaitu dengan cara ujung jari kita ditusuk dengan jarum.
  • Rapid Test
    Langkah terakhir adalah meneteskan darah yang sudah diambil tersebut pada alat rapid test virus corona. Hasil rapid test biasanya bisa dilihat dalam hitungan menit. Akan tetapi, mengingat orang yang mau test itu banyak dan kemungkinan akan antri lama, maka setelah kita melakukan proses pengambilan darah, dokter biasanya akan menyuruh kita pulang dan hasil test akan dikirim melalui pesan WhatsApp.
    Hasil dari tes tersebut ada dua yaitu; reaktif (positif) dan non reaktif (negatif). Jika hasilnya reaktif (positif) kita tidak perlu panik karena panik akan membuat kondisi kita semakin memburuk dan imun akan semakin menurun. Berpikir optimislah, sebab hasil rapid test tidak memastikan kita terkena infeksi virus corona. Rapid test hanya mendeteksi antibodi kita mengalami infeksi tertentu atau tidak.

Itu adalah rentetan yang harus kita lalui saat kita melakukan rapid test virus corona. Tidak sulit bukan? Sangat berguna untuk melindungi diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita.

Jangan lupa untuk selalu waspada dan tetap #DiRumahAja.

Give a Comment