Mengapa Banyak Blogger Yang Lebih Suka Menulis di Medium

Didirikan pada 2012 oleh pendiri Blogger dan Twitter, Evan Williams, dalam waktu yang relatif singkat berhasil menjadi platform untuk menulis (blogging platform) yang menarik minat banyak orang.

Tidak hanya orang biasa, atau bahkan selebritis, Presiden AS Barack Obama juga memilih untuk mempublikasikan teks pidatonya (State of the Union) di Medium, sebelum ia serahkan pada Kongres Amerika Serikat.

Medium dibangun berdasarkan semangat untuk memperbaiki internet, agar publisher konten agar tidak terpaku dengan jumlah traffic dan iklan. Ini adalah alasan utama mengapa Evan Williams membuat Medium.

Dibanding platform menulis lain seperti Tumblr dan WordPress, Medium masih tergolong begitu muda. Uniknya, hal itu justru menarik minat para penulis, tidak terkecuali yang berasal dari Indonesia.

Medium adalah sebuah platform penerbitan online seperti blog, mirip Blogger.com, WordPress.com, Tumblr dan Weebly. Melalui platform Medium, kita dapat mempublikasikan tulisan, baik itu berupa opini, pengalaman hidup, cerita cinta, kesedihan atau bahkan kritik.

Bedanya, dalam Medium, kita tidak dapat dengan bebas mengubah tampilan postingan kita dan menambahkan widget seperti Blogger atau WordPress. Medium untuk lebih fokus pada isi konten, juga koneksi yang dibuat antara pengguna melalui tulisan-tulisan yang tersedia.

Terlepas dari batasan-batasan yang dimilikinya, Medium saat ini sudah menjadi platform menulis yang sangat pupuler. Pada 2017 ((3 tahun sejak diluncurkan), ada 60 juta pengunjung yang membaca konten pada medum.

Berikut ini beberapa alasan mengapa banyak penulis yang lebih suka menulis di Medium, bahkan dibandingkan menulis sendiri di website yang dimilikinya:

  • Tampilan Yang Bersih dan Rapi.
    Tampilan dari Medium memang sangat bersih dan rapi. Tampak sangat profesional, namun tetap tidak kaku. Banyak pembaca yang merasa nyaman ketika membaca berbagai artikel yang ada di Medium. Ini juga yang menjadi alasan banyak penulis yang menikmati menulis di Medium.
  • Editor Menulis di Medium Yang Nyaman.
    Bagi banyak penulis, editor menulis di Medium sangat nyaman dan mudah untuk digunakan, bahkan tanpa harus tau tentang bahasa pemogramaman sedikitpun. Penulis bisa lebih fokus dalam menulis dan tidak perlu memikirkan bagaimana cara mempercantik tampilannya. Ini tentu memangkas banyak hal, dan membuat penulis bisa fokus pada membuat kontennya saja.
  • Pembaca Yang Lebih Banyak
    Hal utama yang dikejar oleh penulis blog adalah tulisannya terbaca oleh audiens yang lebih luas. Medium membuat hal ini bisa lebih mudah terjadi. Karena Medium memiliki kekuatan SEO yang cukup tinggi, daripada sibuk mengurus optimasi artikel atau bahkan websitenya agar mendapatkan lebih banyak pembaca, penulis blog bisa mendapatkan pembaca yang tentu lebih banyak dengan menulis artikel atau opininya di Medium.
  • Komunitas dan Segmentasi Pembaca Yang Mature
    Medium juga menjadi tempat berkumpulnya segmen blogger yang mature atau dewasa. Kebanyakan mereka adalah blogger senior dan para profesional dibidang yang selama ini tidak akrab dengan blog, seperti programmer, desainer, scientist, aktivis kemanusiaan, dan lain sebagainya.

Tertarik untuk menulis di Medium? Cara mendaftarnya tidak sulit kok. Kita hanya perlu mendaftar dengan menggunakan akun Google atau Facebook kita.

Iya, Medium mewajibkan pendaftaran menggunakan akun Google atau Facebook demi meminimalisir penyalah gunaan platform blogging tersebut di kalangan spammer.

Give a Comment